Dahulu kala, ada sebuah rahasia besar yang membuat hati seseorang menjadi sangat kuat dan berani. Rahasia itu bukan terletak pada harta yang melimpah, melainkan pada dua kalimat indah yang kita sebut dengan Syahadat.
Bayangkan Syahadat itu seperti sebuah janji setia. Ketika seorang anak membisikkan kalimat ini di dalam hatinya, ia sebenarnya sedang berkata kepada alam semesta, "Mulai hari ini, aku hanya punya satu pegangan, yaitu Allah yang Maha Hebat."
Seketika, dunia yang luas ini terasa tidak menakutkan lagi. Kenapa? Karena anak tersebut tahu bahwa Allah selalu menjaganya. Saat ia sedang merasa sendirian di kamar yang gelap, atau saat ia merasa sedih karena sesuatu, ia ingat janjinya: "Allah ada bersamaku, dan hanya kepada-Nya aku meminta tolong." Itulah keajaiban dari kalimat pertama Syahadat.
Namun, janji itu belum lengkap jika tidak ada bimbingan. Maka, kalimat kedua Syahadat hadir seperti sebuah peta petualangan. Kalimat ini mengenalkan kita pada sosok hebat bernama Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah guru terbaik yang menunjukkan kepada kita bagaimana cara menjadi anak yang jujur, bagaimana cara menyayangi binatang, dan bagaimana cara tersenyum meskipun sedang lelah.
Jadi, setiap kali kita mengucapkan Syahadat, kita sebenarnya sedang memakai "seragam kebanggaan" sebagai seorang Muslim. Kita berjanji untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan, dan Nabi Muhammad sebagai idola nomor satu kita.
Syahadat adalah akar yang sangat kuat di dalam hati. Meski badai datang atau angin bertiup kencang, anak yang memegang teguh janjinya akan tetap berdiri tegak dengan berani, karena ia tahu bahwa ia adalah kesayangan Allah SWT.
Tips untuk Orang Tua:
Sambil membacakan cerita ini, Ayah atau Bunda bisa memegang kartu SYAHADAT dari game Navila dan bertanya kepada si kecil:
-
"Kalau Allah itu Maha Hebat, kira-kira hebatnya seperti apa ya menurut kamu?"
-
"Apa satu hal baik yang dilakukan Nabi Muhammad yang ingin kamu tiru hari ini?"
Dengan cara bercerita seperti ini, anak-anak tidak merasa sedang "belajar", tapi sedang mendengarkan rahasia menjadi anak yang hebat dan disayangi Tuhan.