Di sebuah hutan kecil yang damai, hiduplah seekor kelinci bernama Atom. Atom tinggal di sebuah lubang nyaman di bawah pohon besar bersama keluarganya. Suatu hari, hujan deras turun tanpa henti. Air mulai mengalir deras melalui hutan. Atom pun mengecek keadaan keluar.

Saat air mulai naik, Atom merasakan tanah di sekitar rumahnya menjadi lembab dan goyah. Atom segera berlari ke luar lubang dan melihat bahwa air mulai menggenangi lubang tempat keluarganya tinggal. Dia berlari kembali untuk memperingatkan keluarganya.
Atom: "Ayo cepat keluar! Air masuk ke dalam rumah!"

Dengan panik, keluarga Kiko bergegas keluar dari lubang mereka. Mereka melihat air terus naik dan akhirnya rumah mereka pun terendam. Dalam kepanikan, mereka mencari tempat yang lebih tinggi untuk berlindung.

Disisi lain, di tempat yang tidak jauh dengan rumah kelinci tadi, Mari dan Caca sedang berteduh di bawah pohon dikarenakan hujan, namun tiba-tiba Mari merasakan sesuatu yang aneh pada air hujan yang semakin naik.
Mari: "Ca, lihat! Air di sungai itu mulai meluap. Ada yang tidak beres."
Caca: "Kita harus cari tahu apa yang terjadi. Mungkin ada yang tersumbat."
Mari: "Ca, lihat! Kelinci-kelinci itu sepertinya sedang kesulitan, ayo kita ikuti mereka. Mungkin kita bisa membantu."
Mari dan Caca mengikuti kelinci-kelinci tersebut hingga mereka bertemu Atom yang sedang memimpin keluarganya ke tempat yang lebih aman.
Mari: "Hei, kelinci kecil! Apa yang terjadi?"
Atom: (dengan cemas) "Rumah kami banjir karena air yang naik sepertinya karena penyumbatan. Kami butuh bantuan."
Mari: "Jangan khawatir, kami akan membantu. Ayo ca, kita cari sumber penyumbatan itu."

Setelah hujan reda, Mari dan Caca mengikuti aliran air yang meluap. Mereka menemukan tumpukan besar sampah-sampah seperti botol plastik, bungkus plastik makanan, dan jenis sampah plastik lainnya sepertinya itu ulang oknum yang tidak bertanggung jawab yang menghalangi aliran air.

Mari segera mulai mengangkat sampah-sampah tersebut sementara Caca membantu memegang kantong tempat sampah.
Setelah beberapa saat, mereka berhasil membersihkan sumbatan tersebut. Air mulai mengalir lancar kembali, dan genangan air di sekitar rumah Kiko pun surut perlahan.
Mari: "Selesai! Sekarang airnya bisa mengalir lagi."
Caca: "Semoga rumah kelinci tidak rusak parah."

Mereka kembali ke tempat keluarga Atom. Air sudah mulai surut, dan keluarga kelinci bisa kembali ke rumah mereka dengan lega.
Atom: "Terima kasih banyak! Kalian menyelamatkan rumah kami."
Mari: "Sama-sama, Kiko. Kami senang bisa membantu."

Melihat kejadian tersebut, Mari dan Caca sebagai penjelajah akan menanamkan kepada dirinya untuk menjadi penjelajah hutan yang selalu peduli akan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah yang kita buang itu dapat merusak lingkungan dan dapat menyebabkan makhluk lain terluka.


Komentar
0 comment