Di suatu pagi yang cukup cerah, Mari mendengar suara teriakan yang cukup tidak asing bagi telinganya, iya suara itu milik temannya bernama Caca. Suara teriakan caca semakin kencang yang menandakan jarak Caca semakin mendekat. Mari melihat Caca membawa sesuatu ditangannya, membawa kotak kecil di tanganya.

Caca langsung menunjukkan isi kotak itu kepada Mari,
"Mari, lihat apa yang kutemukan di hutan!" seru Caca dengan antusias.
Mari memandang permata itu dengan terkejut. "Caca, ini adalah permata yang sangat berharga. Dari mana kamu mendapatkannya?"
"Aku menemukannya di hutan, Mari" jawab Caca jujur.
Mari tersenyum dan berkata dengan maksud memberi nasihat kepada temannya "Caca, permata ini pasti milik seseorang. Kita harus mencari tahu siapa pemiliknya dan mengembalikannya."
Caca merasa bingung. "Tapi,Mari, permata ini begitu indah. Aku ingin menyimpannya."
Mari menggelengkan kepala. "Kejujuran adalah hal yang sangat penting, Caca. Kita harus melakukan hal yang benar."

Dengan berat hati, Caca setuju untuk mencari pemilik permata itu. Keesokan harinya, mereka pergi ke rumah kepala desa.
Mari dan Caca menceritakan apa yang terjadi. Kepala desa sangat terkesan dengan kejujuran Mari dan Caca dan memutuskan untuk membantu mencari pemilik permata itu.

Berita tentang penemuan permata dengan cepat menyebar ke seluruh desa. Tidak lama kemudian, seorang pedagang tua datang ke rumah kepala desa. Pedagang itu mengaku bahwa permata itu adalah miliknya yang hilang saat dia beristirahat di hutan beberapa minggu yang lalu.
Pedagang tua itu menghampiri Mari dan Caca di rumahnya untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Mari dan Caca. "Terima kasih atas kejujuranmu, Mari dan Caca. Permata ini sangat berharga bagiku. Sebagai tanda terima kasih, aku ingin memberikan hadiah kecil untukmu."
Pedagang itu memberikan Mari dan Caca masing-masing sebuah kompas emas kecil. "Ini adalah kompas ajaib yang akan membantumu menemukan arah di mana pun kamu berada."
Mari dan Caca menerima kompas itu dengan senang hati. Dia merasa bangga telah melakukan hal yang benar.

Sejak hari itu, Mari dan Caca selalu membawa kompas itu saat berpetualang di hutan. Dia belajar bahwa kejujuran adalah harta yang paling berharga, lebih berharga daripada permata apa pun di dunia.

Komentar
0 comment